[CAT'S STORY] Let The Greats Be The Top :)

YIHA! XD ALHAMDULILLAH 


Yohoo, masih ingat dengan postinganku kemarin? Soal berbagai hal baik yang tiba-tiba saja datang beruntun di akhir tahun hingga awal tahun ini? Sekarang sudah tanggal 8 Januari. Delapan hari di tahun 2015.

Aku baru dapat kejutan lagi nih :) Ceritaku alhamdulillah tetap bertahan  di posisi nomor 1. Sedangkan peringkatku sebagai penulis di sana, secara mengejutkan naik ke posisi 1, setelah sebelumnya di posisi 3, lalu tergeser ke posisi 4, 5, naik ke nomor 2, dan lalu ke nomor 1.

I'm sooo happy! Benar dugaanku. Posisi Top 10 adalah posisi promosi yang bagus. Orang-orang dengan cepat mengklik ceritaku karena penasaran. Syukurlah mereka menyukai ceritaku dan mau menyumbang saran. Aku sekarang sedang mengupdate bab 1nya. 

Sayang sih, kebanyakan cuma mampir di Cold Ice Baby, belum sampai merambat ke cerita-ceritaku yang lain. Aduh. Aku kerja keras nih. Ahahaha :D

Kover abal-abal buat Cold Ice Baby. Begitu tahu cerita ini tiba-tiba jadi nge-hit tanpa direncanakan, aku buru-buru bikin kover baru. Teknik editingnya lebih bertingkat daripada kover-kover lain hehehe. 

Bulan depan aku sudah menyiapkan cerita baru yang universe-nya sama dengan Cold Ice Baby.  Ntar judulnya: LUX FERRE: Doa Kunang-Kunang Terakhir di Muka Bumi. Semoga nasibku di Bulan Februari pun bagus :D

*****


Enough about me, berikutnya yuk kita bahas beberapa penulis Top 10 yang aku kenal :D

Aku senang dan sangat bersyukur. Karena aku bisa menambah banyak teman di GWP. Tengok posisi no 2, 3, dan 4. Semuanya orang-orang yang berinteraksi dengan baik denganku lho! AMAZING! Senang memiliki lingkaran baru yang kuat dan benar-benar berkualitas. 

Posisi nomor 2, MEsato Ariq, aku baru mengenalnya setelah sama-sama masuk Top 10. Ternyata dia satu grup denganku di LINE atau Light Novel Indonesia. Masih SMA. Anaknya lucu. Masih mau baca cerita lengkapnya sih. Tadinya dia di atasku selama beberapa hari. Hari ini yah, akhirnya aku berhasil menyalipnya. Tapi aku nggak akan santai-santai masalah ini.

Baca karya MEsato di sini ya: http://gwp.co.id/author/mesato-ariq/

Aku udah bilang ke dia, untuk memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Sama-sama berjuang agar kami bisa tetap bertahan di posisi Top 10 sampai akhir bulan dan kalau bisa bulan-bulan berikutnya. Berharap dengan begitu kami bisa menjalin link ke Gramedia Pustaka Utama dan mereka tergerak untuk membuka lini penerbitan baru khusus bagi light novel lokal. Kalau mereka punya Koloni yang menerbitkan komik lokal, kenapa light novel nggak?

Kami akan berusaha agar para penerbit mayor mengerti kalau light novel lokal memiliki pangsa pasar yang bagus. Setidaknya, jaringan penulisnya sendiri sudah ada. Grup Line dan Grup OTCD tempat para penulis light novel lokal bernaung, itu anggotanya sudah sampai puluhan ribu lho. Belum grup-grup otaku lain yang juga berafiliasi dengan kedua grup tersebut. Mantap bukan?

Posisi no 3, Mbak Alantika Putri, aku baru mengenalnya akhir bulan lalu dan kami langsung akrab setelah saling komen secara intens sepanjang awal bulan. Analisaku, interaksiku dengan dia adalah salah satu faktor yang membuat ceritaku bisa naik ke posisi puncak :)

Aku senang karena dia langsung dengan cepat menyusul ke jajaran Top 10. Aku terus memantau perkembangan ranking sejak beberapa hari ini. Posisi Top 10 dengan cepat berubah. Ada yang naik, turun, bahkan tergeser sama sekali. Wow. Jauh lebih dinamis daripada waktu GWP 2 masih berlangsung. Mungkin pola normalnya seharusnya ya kayak gini. Di GWP 2 kuakui ada beberapa kejanggalan.

Isunya sih, emang ada beberapa kasus seperti akun kloningan (diakui oleh sang admin via twitter), dan hal-hal lain yang membuat beberapa penulis "puncak" di GWP lalu sepertinya benar-benar susah dipatahkan dominasinya. Padahal, voting tidak berpengaruh terhadap dipilih tidaknya naskah lho. 

Begitu berganti bulan Januari para veteran yang merajai posisi puncak semuanya secara misterius menghilang. Mungkin karena mereka non aktif setelah kompetisi. Yah, ini momentum yang bagus buat kami, para penulis baru untuk giat mencari teman dan support bulan ini. Sebelum para veteran itu kembali terbangun. Hihihi... Posisi Top 10 bulan ini semuanya adalah penulis yang fresh. Mungkin wajah lama hanya Ayu Kristiana yang sempat masuk Top 10 juga bulan lalu.

Nah, Mbak Alantika ini termasuk orang yang posisi awalnya agak membuatku khawatir. Nama dia hilang-timbul di permukaan XD. Begitu juga ceritanya: KANON. Tapi hari ini dia membuatku bangga dengan berhasil duduk di posisi 3, dengan cerita ada di posisi 7. Keren. Sepertinya dia juga mulai membangun fanbasenya sendiri.

Mbak Alantika adalah penulis rendah hati yang sangat bersemangat, juga bersedia menerima kritik dan menerapkannya untuk pengembangan karyanya. Dia teman diskusi pertamaku di website ini yang benar-benar intens. Karyanya yang paling aku suka adalah ARINA, Is It True That I Want To Be A Writer? Karya ini  benar-benar mewakili jeritan hati penulis. Pola yang diambil unik karena setingannya adalah kompetisi menulis di dunia maya, dan web forum tempat posting cerita online. Sejauh pengetahuanku, belum ada yang menyenggol topik ini. Kebanyakan yang dibahas adalah cerita tentang penulis atau editor di jalur mayor, bukan dari internet. 

Baca karya-karyanya di sini ya:


Posisi no 4, Mbak Herlyanti. Sama seperti Mbak Alantika, aku juga baru mengenalnya akhir bulan lalu. Ketika kami masih belum masuk Top 10. Dia membuatku tersanjung dengan caranya menyapaku sebagai: One of my favorite commentators. Ahaha... Sebagai kritikus karya sastra, yang masih setengah matang sepertiku, itu apresiasi yang bagus.

Soalnya aku sempat kena masalah sama seorang penulis "Top10" di GWP lalu. Well, technically, she was the one who ignited the trouble. (BUKAN Mbak Herly lho ya. Ini beda. Mbak Herly sih sejauh ini baik-baik aja).

Jadi si penulis "populer" ini, awalnya dia baik. Komen terus di naskah aku, dukung-dukung aku, eh pas dia tahu aku cuma ngasih tiga bintang di 3 naskahnya yang baru kubaca, dia ngamuk luar biasa. Dan secara misterius naskah-naskah ceritaku turun rating. Tadinya empat, terus turun jadi dua. How pathetic she was. 

Dengan songongnya dia bilang aku nggak berhak kritik karya dia coz aku bukan editor. Oh kampret. Liat aja ntar. Aku pasti bisa mewujudkan impianku untuk jadi editor penerbit kelas wahid. Dan kalau sudah begitu, akan kubuat dia menelan kata-katanya sendiri. 

Yah, sebenarnya sih, dia udah nelan pil pahit gara-gara kesongongannya sendiri. Beberapa penulis GWP yang sempat jadi Top 10 bulan-bulan lalu sudah dihubungi pihak editor untuk diminta meneruskan ceritanya. Dia? Nothing. Kurasa justru lebih pahit menang voting secara visual, tapi secara riil nggak ada satupun yang benar-benar peduli ama karyanya dia. Kalau karyanya bagus banget sih, mungkin masih ada "hak arogan". Lha ini? Aku sempat jengkel dan posting di FB, sambil ngasih link cerita penulis yang aku anggap senior dan bilang kalau mau dapat bintang 5, harus bisa nulis kayak seniorku itu.

*Hahaha, ceritanya panjang, yang jelas aku bisa menendangnya dari jajaran friendlist FB. Aku membuat dia ga bisa bales omonganku dan akhirnya dia milih nge-block aku. GREAT. Pergi aja lho ke Segitiga Bermuda.

Lagian, masa penyelenggara kontes di maki-maki di Twitter? Admin di twitter ternyata editor GPU pula. Orang tuh bisa sedodol apa sih?

Balik ke Mbak Herly, apresiasi dia terhadap kritik dan saranku benar-benar mengobati luka lamaku :) Memang aku keliling ke karya orang dan nebar kritik-saran itu untuk latihan sebagai kritikus dan editor. Kebanyakan sih puas dengan kritikku, dan mengedit karya, bahkan pakai judul usulanku buat cerita mereka. Duh, semoga ini artinya aku bener-bener bakat jadi editor!

Ada dua cerita Mbak Herly yang menarik perhatianku karena sentuhan budaya Hindu-Balinya yang kental. Tarian Angkara Ogoh-Ogoh. Ide ceritanya ringan, teknik menulisnya lugas dan lancar, tapi cerpen ini jadi berkali lipat lebih istimewa karena lokalitasnya kuat banget. Dan dia bisa membuat banyak istilah asing terasa lebih ringan dikunyah. Aku bilang kalau dia bisa memberikan sentuhan Hindu-Bali yang kuat di cerita lain, sekaligus mengangkat masalah sosial budaya masyarakat Hindu-Bali, dia pasti bisa jadi penerus Putu Wijaya. Dengan gaya bahasa yang lebih pas buat remaja. Hehehe...

Aku juga lagi konsultasi sama dia terkait seting salah satu ceritaku yang mencantumkan keluarga Brahmana di India. (Runeblood Saga: Return to Mannaz)

Baca cerita dia di sini ya:



Ada juga seseorang bernama J4NON Well, aku belum terlalu kenal dia sih. Kami sudah mulai komen-komenan secara intens. Ceritanya mengandung unsur diskursus gender yang ditampilkan dengan gaya yang ringan. Aku sendiri dan para followernya masih menebak-nebak kemana cerita itu akan dibawa. Judul ceritanya I'm Not Like That. Judulnya bikin kita mikir "I'm not like what??? WHAT???" nggak sih? Hehehe... Bisa dibaca di link di bawah.


UPDATE: Dia udah lompat ke Posisi 7! GOOD JOB!

Selain itu ada beberapa penulis lain yang mulai jadi frenku seperti Mas Raji Sobri (cerita Puisi Neraka-nya masuk Top 10). Klaim bahwa dia akan menandingi  Dee dan Haruki Murakami benar-benar menggoda untuk dibuktikan. Cek saja cerita-ceritanya di sana. Aku sempat kepoin dia di Kompasiana dan artikel-artikelnya benar-benar filosofis. Dia juga sempat memberi rujukan referensi untuk pengembangan novel sci-fi terbaruku di sana: Cold Ice Baby. Kayaknya dia benar-benar lebih banyak baca daripada aku. Bukunya lebih berat pula. Padahal, penulis asal Medan ini beberapa tahun lebih muda dariku. Aih.

Cek cerita-ceritanya di sini: http://gwp.co.id/author/rajian_sobri/

Rekomendasi, cek Puisi Neraka, lalu novel Kafka and The Black Swan, dilanjutkan dengan Ketika Aku Menjadi Haruki Murakami (lanjutan bab novel Kafka).


Lalu ada Farrahnanda/Farrah Zaneta (Collide. Cross Over dongeng Alice dan Dorothy Wizard of Oz serta Snow White, Jaka Tarub dan entah bakalan ada apa lagi hehehe). Farrah sudah tiga kali menerbitkan novel di Diva Press: Allez Liebe, Beautiful Nightmare, Partitur Dua Musim. Sebentar lagi dia akan menerbitkan novelnya di Ice Cube, imprintnya GPU. Novelnya ini akan mengambil tema anoreksia. Kekuatan Farrah adalah tema-tema yang tidak biasa, mengulas kegelapan hati manusia, anomali psikologi, kelincahan gaya penulisan, dan detail referensi. Cek ceritanya di  link di bawah ini

http://gwp.co.id/author/farrahnanda/

Oh, hampir lupa, SENPAI ANDRY CHANG! Dengan cerita Everna Saga yang sepertinya sudah dia persiapkan dengan matang untuk jadi franchise seperti LOTR dan cerita-cerita populer lainnya. Pengembangannya sepuluh tahun, bok! Kurasa ini akan jadi lebih matang lagi. Dia benar-benar Senpai yang care. Berkali-kali dia datang tiap aku update naskah fiksi baru. Padahal, aku belum sempat ke sana lagi. Aduh, aku harus segera sowan ke naskahnya hari ini!

http://gwp.co.id/everna-saga-barat-dan-timur/?pid=10134&Selamat%20Datang%20di%20Terra%20Everna!


Cheers


Trivia: Judul diinspirasi oleh nama HMJ Jurusan tempat aku bernaung di kampus dulu. LEGATO. Let The Great Be The Top :)


Update: Posisiku turun ke nomor 3 uhuhuhu... Benar-benar sangar nih pasca GWP 2. Posisi no 1, kembali diambil MEsato, dan nomor 2 Mbak Alantika. It's OK. Toh mereka kan ally-ku di sana huehehehe.

Tapi setidaknya Cold Ice Baby masih ada di posisi 1. Harus segera dirapikan nih bab 1 dan update bab berikutnya :)
Previous
Next Post »
Thanks for your comment

Google+ Followers