Namun, jika digunakan untuk istilah konstruksi atau pembangunan, groundbreaking diartikan sebagai: peletakan batu pertama. Arti harafiahnya sebenarnya semacam "mencangkul" (karena simbolisasinya biasanya mencangkul tanah yang akan dibangun saat upacara pembukaannya, lalu baru meletakkan batu paving atau batu pertama. Namun, berdasarkan kultur Indonesia, pakailah istilah: peletakan batu pertama.
Contoh peletakan batu pertama yang dilakukan Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, untuk gedung SMKN 4 Payakumbuh Sumber gambar: http://payakumbuhkota.go.id/2016/02/22/wako-riza-falepi-ground-breaking-pembangunan-gedung-smkn-4/ |
Oh ya, penulisan groundbreaking itu DISAMBUNG ya (ada beberapa yang menuliskannya jadi "ground breaking" soalnya)
http://news.detik.com/berita/2382587/mrt-dibangun-jokowi-konsekuensinya-ya-macet
http://multimedia.telkomuniversity.ac.id/id/2015/12/ground-breaking-peletakan-batu-pertama-pembangunan-gedung-telkom-university-creative-center-tucc-akan-rampung-di-bulan-maret-2016-jadi-teman-teman-fik-dapat-menggunakan-fasilitas-baru-tsb-untuk/
Kedua sumber ini menggunakan istilah "peletakan batu pertama" yang memang sudah tepat. Hanya saja mereka menuliskan "ground breaking" yang seharusnya dijadikan satu frase saja.
***
Site Grading padanannya adalah perataan tanah. Agar tanah bisa dibangun, perlu diratakan dulu, lalu benda-benda serta utilitas yang ada di dalam tanah juga biasanya dikeruk, dibersihkan, dan disingkirkan agar tidak menghambat fondasi bangunan.
Sumber gambar: http://www.crjackson.com/pages/services/land-clearing |
Underground utility atau utilitas bawah tanah ini bisa berarti jaringan pipa air, kabel listrik, kabel telepon, kabel internet, dan lain-lain.
Eh, jujur sih waktu nerjemahkan underground utility ini aku kebayangnya malah batu, kayu, sampai tulang yang ada di dalam tanah! Gara-gara waktu kecil pernah denger cerita kalau ada orang yang ngeruk tanah buat bikin rumah, ternyata tanah itu bekas kuburan! Jadi yang dia
Jika site grading dimaksudkan untuk membersihkan utilitas bawah tanah, berarti tanah itu adalah bekas kawasan hunian.
TAPI, perlu diingat ada beberapa naskah yang memang ditujukan untuk kalangan teknis. Orang-orang yang menangani masalah teknis atau memang mempelajari bidang tertentu biasanya lebih suka istilah asli daripada padanan kata dalam bahasa Indonesia yang seringkali justru tidak familiar bagi mereka. Secinta apa pun kita pada bahasa Indonesia, pada akhirnya naskah tersebut akan digunakan oleh klien.
Beberapa penerjemah mencari cara aman. Mereka menyertakan istilah teknis sesuai bahasanya aslinya, lalu mencantumkan padanan katanya dari bahasa Indonesia dalam tanda kurung. Dengan begini klien bisa memastikan apakah memang konsep dan padanan kata itu yang pas untuk istilah teknisnya (salah istilah teknis, bisa memengaruhi isi naskah secara keseluruhan, karena itu tanyakan hal-hal yang tak dimengerti ke klien).
3 komentar
Click here for komentarJadi sekarang kau belajar jadi kuli bangunan? Pesat sekali perkembanganmu.. :v
ReplyHahaha... Kalau kuli ngaduk semen, sekarang aku ngaduk-ngaduk kamus, Fuzh.
ReplyThis article is very interesting. Thank you for sharing information
ReplyST3 Telkom
ConversionConversion EmoticonEmoticon Off Topic