Chikyuu Haha...Negai wo Kanaide...Negai wo Kikasete

1st Story: To love like our Earth

Suka...
Sayang...
Cinta...

Semua itu kata yang terasa ringan diucapkan di lidah. Terasa ringan dada jika semua itu sudah terungkap. Menggelora membara begitu saja. Lepas bebas...lalu kandas?

Suka...
Sayang...
Cinta...

Apa konsekuensi dari mengungkapkan itu semua?

Terlalu rumit.  Ada rasa takut? Cemas? Resah? Karena gelisah artinya masih sayang?

Suka? Sayang? Cinta? Jelas nggak cukup hanya diungkapkan lewat kata. 

Suka? Sayang? Cinta? Jelas harus dibuktikan. Dibuktikan dengan tindakan nyata. 

Tapi bagaimana?

Semakin sayang, justru malah sering menyakiti. Semakin menyakiti, masa yang begini bisa dibilang sayang? 
Sayangnya, semakin sayang justru nggak tahu bagaimana cara menyayanginya... 
Katakan bagaimana harus membuktikan rasa sayang?
Suka? Sayang? Cinta? 

Semakin sering diungkapkan, rasanya malah semakin kering, semakin tergerus dari makna...
Suka? Sayang? Cinta? Bagaimana caranya menyayangi dalam diam? Agar tak perlu lagi kata-kata diucapkan begitu maya, yang ada hanya tangan yang merengkuh secara nyata... Dalam diam...merengkuh, menggayut, menggenggam penuh makna... Nyata...sesuatu yang nyata... 

Apa?
Bagaimana?

Ternyata memang masih belum dewasa. Belum bisa membuktikan apa-apa...

Seharusnya nggak begini. Seharusnya suka ya suka. Sayang ya sayang. Bagaimana bisa menyayangi dan menginginkan dalam satu waktu yang sama? Karena sayang itu ya sayang. Sementara ingin itu baru ingin. Sering tak mengerti tentang keinginan itu sendiri. Sebenarnya hanya satu, ingin menyayangi. Menyayangi dalam diam. Menyayangi dengan doa. Menyayangi dengan tindakan. Tak perlu lagi kata-kata maya...

Tapi manusia hanyalah manusia, dan sebagai manusia wajar kan jika memiliki keinginan. Kebetulan saja yang diinginkan itu sesuatu. Dan sesuatu itu sulit dimengerti. Karena yang menginginkan sendiri masih tak mengerti tentang keinginan itu sendiri. Tapi semakin ingin, rasanya semakin menyakitkan...

Seharusnya nggak begini. Suka kan menyenangkan. Rasa sayang kan menyenangkan. Iya kan? Kan? Kan?Apa yang diinginkan sebenarnya? Ingin menyayangi. Menyayangi dalam diam. Menyayangi dengan doa. Menyayangi dengan tindakan. Tanpa lagi kata-kata maya terlontar, menafikan makna kata "suka", kata "sayang", kata "cinta".

Aku tak lagi ingin merasa seperti api. Menggelora, menjilat-jilat, membakar, menghanguskan
Aku tak lagi ingin merasa seperti air. Menggelora, bergejolak, menghanyutkan, menenggelamkan.
Aku tak lagi ingin merasa seperti angin. Menggelora, menghempaskan, menerjang, melontarkan...

Yang kuingin seperti tanah. Teguh walau terpijak. Kukuh dalam merengkuh. Menyimpan dalam-dalam. Rendah hati dan sederhana... Selalu siap menjadi tempat kembali. Selalu siap melebur menjadi satu. Menjadi wadah kehidupan itu sendiri... 

Tak perlu tanah berkata cinta, pada sulur-sulur akar yang menjalar di perutnya.
Tak pernah tanah berkata cinta, pada setiap air yang menetes, lalu mengalir di atasnya
Tak pernah tanah berkata cinta, pada ayam-ayam yang berciap-ciap mematuk-matuknya
Tak pernah tanah berkata cinta, pada api yang berkobar di atasnya
Tak pernah tanah berkata cinta, pada angin yang berdesau di sekelilingnya
Tak pernah tanah berkaca cinta, pada manusia yang terus menggali dan mencangkulinya

Tak pernah pula tanah meminta cinta, pada pepohonan yang menunjangnya.
Tak pernah pula tanah meminta cinta, pada hujan yang membasahinya dengan setia
Tak pernah pula tanah meminta cinta, pada ayam-ayam yang berciap-ciap menghiburnya
Tak pernah pula tanah meminta cinta, pada api yang berkobar menghangatkannya
Tak pernah pula tanah meminta cinta, pada angin yang menyejukkannya
Tak pernah pula tanah meminta cinta, pada manusia yang menanaminya, dan memberinya pupuk...


Karena bumilah yang paling tahu bagaimana cara mencinta...
dan alamlah yang paling bijak dalam membalas cinta...
Dalam diam
Dengan teguh
Dengan kukuh
Dengan rendah hati
Dengan sederhana
Penuh makna...
Sungguh nyata...


Karena itulah, Adam dan Hawa tercipta dari tanah.
Karena itulah, dunia tercipta dari tanah
Karena itulah, tanah tercipta dari tanah

Dari tanah semua cinta berasal, tumbuh, berkembang, lalu berbuah.
Ke dalam tanah, semua cinta berakhir, terpisah, dan menunggu keabadian dalam diam...


Bagaimana caranya menjadi tanah?
Agar bisa menyayangi seperti tanah?Agar bisa mencintai seperti tanah?
Agar bisa menyadari bahwa diri ini hanyalah berasal dari segumpal tanah...
Agar suka ini
sayang ini
cinta ini
bisa menjadi lebih sederhana...

29th September 2013, Falling Autumn...

2nd Story: Why is it called "Earth"? (Shirayuki no Monogatari)

Once upon a time, a little boy asked his mom, "Mom, why this planet is called 'Earth'? While my teacher said that actually our planet contains 70% water, and 30% ground. Why isn't this planet called 'Ocean' or 'Aqua'?" 

His mom just smiled then answered, "Dear Sweetheart, what will I tell you is something secret. A secret about "Why this planet is called 'Earth'."

"Secret? I love secret. It's something precious, right?"

"So let me tell you this secret. This planet is called "Earth", because 'Earth' means "something to live on with your 'Heart'. With all of your heart. Without heart, you will only be a 'Hater'. And no hater will have even a slight of chance to hear this secret."

"I... don't understand, Mom..." the boy frowned.

His humble and sweet mother chuckled and said, "Don't worry, as time goes by, as you're growing up, in the end you'll be able to understand the meaning behind this secret."

"Oh...kay...Mom. I'll promise I'll keep this secret. I will tell no soul!"

"No, Sweetheart, this secret is different to other kinds of secret. You should spread this kind of secret to anybody you know. But remember, ONLY FOR THIS SECRET. Not other secret."

"But why, Mom? Isn't this secret is really precious that we have to keep it?"

"Yes. Because this kind of secret is really precious, the more people know about this, the more people will keep this as a precious thing."

"Oh...kay?"

"You will understand it in the end, My Sweetheart. Just try to keep thinking about it. It will make this secret more precious also..." 

29th September 2013, Swinging Autumn...
Previous
Next Post »
Thanks for your comment

Google+ Followers