[ANIMEDUCATION] Can Imagination Crush Humanity?

Another random posting haha... bear with me. Tapi kali ini Neko akan nyoba membahas lebih serius. 

SNAPSHOT INTRODUCTORY, Sekilas Ulasan Serial Everyday Adventure 

Beberapa waktu lalu Neko sempat mengikuti serial Everyday Adventure yang diposting di blog ini http://redsignpalace.blogspot.com/. Cerita dengan setting dystopia, tapi beratmosfer cerah ceria XD Haha... jarang lho. 

Ryouta, Maria, dan Buggy. Ilustrasi ini diambil dari sinlaire.deviantart.com

Ceritanya jauh di masa depan, ribuan tahun setelah peradaban manusia musnah. Di sini peradaban manusia dikatakan benar musnah-nah-nah, alias nggak ada satupun manusia yang masih ada di bumi. Jadi tokoh-tokoh utamanya adalah "seorang" android berwujud perempuan (dibilangnya sih "gynoid", entah apa gynoid itu @_@) bernama Maria dan robot kecil berbentuk serangganya (bentuk kecoa???) yang bernama Buggy, serta "seorang" robot penjaga (guardia, robot yang bertugas melindungi manusia ketika era perang machina, perang dengan robot) bernama Ryouta. Bertiga mereka menjalani petualangan sehari-hari yang biasanya disebabkan oleh kecenderungan Maria untuk mencari masalah di kota Bravaga.

Kemana semua manusia dalam kisah itu? Kebanyakan sudah meninggal dalam perang, dan sebelum benar-benar musnah manusia mengirim anak-anak manusia ke luar angkasa dalam projek "Star Child" dengan harapan mereka dapat menemukan planet baru untuk ditempati. Dengan begitu, peradaban manusia memiliki penerus. Hanya saja dalam kisah yang baru sampai pada bagian VIII (jilid 1 di light novel indie-nya), kelanjutan kisah dari proyek Star Child itu masih belum dijelaskan. Jadi nggak ada yang tahu apakah anak-anak itu berhasil menemukan planet baru (dan membuat kerusakan baru di dalamnya nyeheheheh), atau malah sudah musnah kena hantam meteor atau asteroid XD

Sedangkan sebagian kecil yang lain memilih hidup sebagai automa di bumi. Automa berarti manusia yang memilih menukar sebagian besar organ tubuhnya dengan tubuh robot agar bisa beradaptasi dengan keadaan di bumi pasca perang. Jadi mereka sudah nggak punya indra perasa lagi, nggak perlu makan, tapi masih punya perasaan sebagai manusia, dan "sedikit ingatan" soal kehidupan sebagai manusia dulu (mungkin karena waktu sudah berlalu sangat lama kali ya). Para Automa inilah yang menyiapkan kehidupan para android di bumi. Ada juga yang gemar memperbaiki para android setiap kali mereka sakit (yang berarti bagian tubuh mereka rusak karena suatu hal), contohnya seorang "bekas ilmuwan" bernama Baron.

Nah, para android itu sendiri sebenarnya "dilahirkan" oleh sebuah grand machine bernama "Mother". Mother juga yang memproduksi spare parts bagi para android. Semacam pabrik besar yang bisa beroperasi sendiri begitu? Mother dibuat oleh seorang ilmuwan yang masih tertinggal di bumi (yang secara tidak sengaja dibangkitkan oleh seorang android dari tidur panjangnya). Dengan begitu walaupun nanti dia sudah meninggal sekalipun, masih ada yang bisa menyokong kehidupan para android itu.

Sampai di sini gimana? Sounds too grand? Idenya memang bisa dibilang "terlalu mewah" dan benar-benar di luar jangkauan imajinasi orang pada umumnya. Manusia yang bisa hidup walau 90% organ tubuhnya diubah jadi robot? Grand machine yang bisa memproduksi spare parts sendiri dan bahkan memproduksi android baru tanpa dioperasikan manusia? Mengirim seluruh anak manusia yang tersisa di muka bumi ke luar angkasa untuk mencari planet baru? Kehidupan di bumi yang masih bisa berlangsung walaupun hampir seluruh manusia bisa dibilang sudah musnah (kiamat dong?). Android dan robot yang bisa berperilaku dan berkomunikasi layaknya manusia biasa? (bahkan Ryouta yang digambarkan sebagai 100% robot di sini, tingkah lakunya sangat manusiawi. Bisa marah, peduli dan terharu segala. Juga Buggy si robot serangga.) Malah sepertinya dia ada "sedikit rasa" sama Maria. Daripada di bumi, Neko lebih merasa cerita ini terjadi di planet lain atau bahkan alter universe deh. (Neko sendiri kagum sama diri Neko yang bisa meringkas cerita serumit ini dalam beberapa paragraf di atas. Huahaha...PLAK!)

Neko curiga, seandainya Neko orang teknik atau sains mungkin bisa mendeteksi banyak plot holes di dalamnya (ih, sotoy deh XD Yang bikin peneliti oseanologi lho). Tapiii...karena ceritanya dikemas ala slice of life dan mengalir sekali, sejauh ini Neko bisa menikmatinya tanpa banyak gangguan yang berarti (lupakan masalah teknis, pokoknya tokoh-tokohnya begini dan mereka melakukan begitu XD Toh, sedikit yang benar-benar memikirkan secara teknis bagaimana sebuah robot kucing berwarna biru bisa menyimpan begitu banyak alat di kantong ajaibnya XD). Lagipula Neko nge-fans sama Sinlaire yang mengilustrasi cerita ini (penulis dan ilustratornya kakak-adik, keren kan), yang juga mengarang web comic Only Human di sini  https://www.facebook.com/ONLYHUMANcomics?ref=br_tf. Dan cerita Only Human sendiri berhubungan dengan Everyday Adventure. Jadi yaa...Neko baca saja biar bisa menikmati jalinan kisah Only Human lebih lengkap hehehe... Lagian, jarang kan cerita tentang robot atau android yang feel-nya lebih ke drama daripada aksi. Ada sih beberapa adegan aksi (terutama pas Ryouta menyelamatkan Maria dari akibat ulahnya sendiri), tapi buat Neko yang menarik justru hubungan antar karakternya.

Nah, yang menarik, di salah satu episode Everyday Adventure, Ryouta diceritakan mengejar Maria sampai ke kota tua. Sebuah kota peninggalan manusia yang sudah lama mati alias tak dihuni lagi. Di sana mereka mencapai sebuah menara tua yang dipenuhi oleh lukisan buatan manusia. Ryouta mengatakan bahwa manusia melukis untuk menyimpan kenangan mereka, karena manusia bukan mesin, robot, atau android yang bisa merekam memori dalam bentuk file yang bisa diakses kapan saja. Maria terlihat begitu kagum dengan imajinasi manusia yang bisa menghasilkan lukisan-lukisan macam itu. Semanusiawi apapun para gynoid seperti dirinya, mereka tetap saja terpaku pada program yang sudah ditetapkan oleh Mother.

Somehow, Neko jadi inget sama meme yang diambil dari salah satu dialog film I Robot ini:



The Destructive Side of Imagination

Tapi yang paling menarik justru tanggapan Ryouta atas kata-kata Maria. Manusia memang makhluk yang hebat karena dikaruniai dengan kemampuan berimajinasi. Tapi justru karena imajinasilah manusia membinasakan dirinya sendiri...

Hmm...menarik. Selain fakta bahwa kritikan atau "kecaman" atas kemanusiaan ini keluar dari pengarang yang notabene manusia juga (hehehe), kalau dipikirkan lebih jauh bisa menimbulkan perenungan semacam, "Jangan-jangan semua kerusakan di muka bumi ini karena permainan imajinasi manusia sendiri?"

Kontras dengan anggapan umum soal imajinasi. Imajinasi selalu diagungkan sebagai salah satu karakter unggulan manusia. Kutipan-kutipan dari ilmuwan seperti Albert Enstein tentang imajinasi membuat orang semakin mengamini hal itu, "Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited, imagination encircles the world", "Logic will get you from A to Z, imagination will take you everywhere", "The true sign of intelligence is not knowledge but imagination". Adegan singkat dari sebuah episode di Everyday Adventure itu menyadarkan bahwa keunggulan ini bisa menjadi pisau bermata dua.

Bukankah dosa pertama oleh anak manusia di muka bumi yang dilakukan oleh Qabil (atau Cain dalam literatur Kristiani) juga disebabkan oleh "imajinasinya" sendiri? Dalam "imajinasinya" dia takkan hidup bahagia bersama Layudza atau Labuda karena gadis yang dijodohkan kepadanya oleh sang ayah (Adam a.s) itu kalah cantik dari Iqlima, saudaranya sendiri. Dalam "imajinasinya" sendiri dia dijodohkan dengan Layudza yang tak terlalu cantik itu karena ayahnya lebih mencintai saudaranya, Habil (atau Abel dalam literatur Kristiani). Habil yang dijodohkan dengan Iqlima. Padahal, itu semua adalah perintah langsung dari Allah kepada Adam a.s. Dan lagi-lagi, karena "imajinasi" jugalah Qabil menganggap Tuhan lebih menyayangi Habil karena korbannya tidak diterima sedangkan korban adiknya itu malah diterima. Padahal, itu terjadi karena Qabil terlalu pelit dan memilih mengurbankan hasil pertaniannya yang terburuk. Dan semua itu akhirnya berujung pada tumpahnya darah pertama di muka bumi. Pada akhirnya dikejar oleh ketakutannya sendiri, setelah selesai mengubur saudaranya, Qabil malah lari meninggalkan ayahnya. Sepertinya sepanjang pelariannya dia merasa seluruh alam menudingnya sebagai pembunuh (the first man got schizophrenia attack???). Menurut beberapa literatur yang kurang familiar, dalam pelariannya itu dia tergoda oleh iblis yang menyuruhnya menyembah api (dengan alasan apilah yang menerima kurban yang dipersembahkan Habil), dan itulah awal paganisme di muka bumi...

Di even pemilu yang baru saja terjadi, begitu banyak isu black campaign dari pendukung kedua belah pihak. Berbagai isu yang tak jelas bertebaran di sosial media, situs berita dunia maya, dan buletin-buletin. Belum lagi mereka yang terpengaruh dan memulai perang isu di media. Bukankah membuat isu-isu yang menarik perhatian publik (terlepas dari benar/tidaknya) juga membutuhkan "imajinasi" yang luar binasa? Mengarang fitnah, dan membuat orang mempercayainya sebagai kebenaran... Mengerikan.

Juga perang. Baik perang antar negara, apalagi perang saudara. Beberapa pihak berimajinasi bahwa dirinya menempati kasta dan derajad yang lebih tinggi daripada pihak lain. Beberapa pihak berimajinasi bahwa mereka takkan bisa hidup bersama dengan damai hanya karena mereka berbeda. Beberapa pihak berimajinasi untuk menguasai semua yang ada tanpa sadar bahwa dunia takkan dibawa mati.

Yang namanya berburuk sangka atau "su'udzon" pun sebenarnya imajinasi juga kan? Berimajinasi kalau tetangga suka ngomongin kita di depan perkumpulan warga. Berimajinasi kalau tetangga sebelah itu brengsek. Berimajinasi kalau tetangga sebelah memelihara tuyul karena jarang keluar rumah tapi kok duitnya banyak (padahal ternyata dia main investasi, saham, atau internet business, dll). Berimajinasi kalau tetangga itu aliran sesat cuma karena dia sering mengadakan pengajian bersama teman-temannya yang bergamis lebar. Apakah beberapa kasus simpel di atas cukup familiar? Apakah ada yang terjadi di sekitar kita? Atau justru menimpa kita? :(

Betapa banyak orang yang berimajinasi bahwa hidup yang dimilikinya saat ini tak cukup? Tak mengindahkan semua anugerah yang sudah dimiliki, selalu merasa kurang tanpa alasan yang benar-benar berarti, selalu ingin sesuatu lagi dan lagi, hanya berpikir untuk mengambil, mengeruk, dan menguasai. Berapa banyak juga yang didera ketakutan akan kemiskinan dan kekurangan sehingga memilih mengambil jalan yang tak seharusnya untuk hidup? Ketika lokalisasi Dolly dibubarkan beberapa bulan lalu, banyak kalangan yang protes karena merasa lahan penghidupannya diambil, Beberapa bahkan membalut kepentingannya dengan alasan kemanusiaan, alasan-alasan yang dicoba dibuat seolah intelektual, hingga menggandeng LSM-LSM segala. Neko ingat komentar teman yang cukup membuat merinding saat itu,

"Bahkan burung pun tak pernah dibiarkan kelaparan saat meninggalkan sarangnya. Tapi beberapa orang tak percaya dengan rezeki dari Tuhannya..."

Indonesia konon dikatakan sebagai negara dengan tingkat religiusitas warganya yang tinggi. Tapi masalahnya, apakah ktia cukup percaya dengan apa yang kita percayai saat ini???

Imajinasi tentunya memiliki berbagai macam tingkatan. Mulai dari dream and hope, visi, hingga delusi... Yang mana yang memenuhi kepala dan dada kita?

Jadi kembali pada ulasan novel di atas, kutipan bahwa manusia bisa menghancurkan dirinya sendiri karena imajinasi di kepalanya, mungkin benar juga... Mengutip kata-kata tokoh terapis disabilitas dalam serial manga Real, "Kepala adalah bagian tubuh manusia yang paling berat..."

ditulis sambil tersenyum pahit, berpikir beberapa hal negatif yang telah terjadi pada diri sendiri ini mungkin hanya karena imajinasi...




Previous
Next Post »

2 komentar

Click here for komentar
September 10, 2014 at 5:59 PM ×

(T_____T)

Saia terharu ada yang mau repot2 membuat review cerita saia.
Terima kasih banyak (>___<)b

Reply
avatar
October 30, 2014 at 8:22 AM ×

Kyaa akhirnya di-notice, Senpai :D

Reply
avatar
Thanks for your comment

Google+ Followers