[LN PROJECT] OTA-KATA (The Way of Otaku) 4th Part A: Chisaii Suizokan ni, Chisaii Sakana no Kokoro (The Heart of A Little Fish inside A Small Aquarium)

Yahoo masih seputar proyek light novel pertamaku yang rampung tahun ini. Oh ya cerita ini sudah diupload sampai final season 1 di sini lho: Gramedia Writing Project: OTA-KATA (The Way of Otaku)

Ini bagian-bagian terdahulu yang sudah kuposting di blog ini:


Current Casts:
  •  Riie Aine Nomura as Aoi Rie  (The Heroine)
  • Aso Neo as Asou Naoyuki (The Crushing Senpai)
  • Steven Shansan as Liu Shan (The Gender-Bender Cosplayer)
  • Raka Aditya as Asahina Yue (The Ultimate Devoted Fanboy/Butler/Servant)
  • Yoga Satria as Kishida Ichinaru Sensei (Sensei Muscle Man)
  • Ravi Yansyah Suryawan as Kadowaki Hinata Sensei (Suteki na Sensei)

Behold, Mortals! Two more character are unlocked. They're the last two of the required 
characters of this LN Events:
  • Fergi Theo Susetiyo as Nobuyoshi Fei (The 'Jack In The Box' Animator)
  • Lutfie Shirou Ryuu as Shirou Rufi (The Sleeping Beauty)


Special Appearance by a guest star: King Noor as KING HIKARI. Dia temen SMAku XD Dan tiba-tiba dia request untuk ditampilkan dalam LN ini. Baiklah. Karena tokoh yang dibuat dari para admin OTCD saja sudah cukup banyak dan belum muncul semua, akhirnya Abang King Noor akan berperan sebagai tokoh manga, anime dan action figure KING HIKARI di sepanjang cerita ini! Huahahaha...

4th Part: Chisaii Suizokan ni, Chisaii Sakana no Kokoro (The Heart of A Little Fish inside A Small Aquarium)

"Bagaimanapun Liu itu tetap temanku!"
***



Seorang anak lelaki bertubuh ringkih mendapati dirinya terbangun dalam situasi dan tempat yang benar-benar asing. Rambutnya putih alami, seperti salju. Dunianya berputar seketika itu juga. Disorientasi, ia tak bisa mengenali ada dimana dirinya berada sekarang. Ruangan tempat ia berada saat ini benar-benar gelap. Ia bahkan tak ingat bagaimana dirinya bisa berakhir di tempat itu. Dalam gelap matanya yang kemerahan seolah bersinar.

Hidungnya mencium debu dan pengap. Ruangan itu sempit, panas, nyaris tak ada ventilasi. Kardus-kardus dan barang-barang lain berserakan di mana-mana. Ia menyadari satu-satunya sumber cahaya yang ada di ruangan itu berasal dari sebuah layar komputer yang menyala. Sebuah punggung lebar menutupi sumber cahaya itu. Punggung kecoklatan itu telanjang dan memiliki tato sebuah kalimat yang dirajah dengan tulisan Cina. Entah apa bunyinya... Tulisannya cukup rumit.

Sosok berpunggung lebar itu duduk di depan layar dengan bergeming, seolah menjelma patung. Ia bahkan mengindahkan adanya eksistensi makhluk lain selain dirinya. Lagu-lagu anime berkumandang dari komputer, mengaburkan atmosfer yang menyesakkan. 

"Ah..." Anak lelaki berambut salju itu merintih pelan. Kepalanya benar-benar pusing. Entah berapa banyak aspirin yang ia perlukan untuk melegakan rasa sakitnya. Tapi ia tahu pusingnya bukan pusing biasa. Itu hanyalah gejala dan efek dari penyakit yang dideritanya. Penyakit yang membuatnya sering hilang kesadaran tiba-tiba dan terbangun di tempat yang asing. 

Tapi setidaknya sensasi dikejar-kejar makhluk hasil halusinasinya tidak sampai mengikutinya ke dunia nyata.

Punggung bertato itu bergerak sedikit. Pemiliknya memutar lehernya sedikit ke belakang. Sebuah batang putih serupa rokok terselip di bibirnya. "Hmm? Kau sudah bangun? Mimpi indah, Putri Tidur?" desisnya dengan suara yang berat dan dalam. Lelaki bertato itu menyeringai. Ruangan yang gelap membuat wajahnya susah diidentifikasi. Belum lagi sinar layar komputer yang menyorotnya dari belakang cukup menciptakan efek yang menyeramkan pada wajahnya. Ia nyaris tampak seperti hantu.

Anak lelaki berambut salju itu terkesiap dan bergidik. Terbangun di tempat asing saja sudah cukup buruk. Apalagi ditemani orang asing yang tak ia kenal. "I-ini...d-dimana?" cicitnya. "K-kau siapa?" Ia makin mengkeret di pojok ruangan. Dirinya merasa begitu kecil, sekecil tikus percobaan laboratorium.

"Aku?" Lelaki itu kini benar-benar memutar tubuhnya menghadap ke arah anak berambut salju itu. Ia beranjak dari tempat duduknya dan berdiri, tampak begitu menjulang dalam pandangan pemuda mungil yang gemetaran itu. "Aku raja iblis... Bagaimana kau bisa lupa? Kau selalu melihatku di setiap mimpi indahmu kan?" desisnya dramatis.

Kini pemuda berambut saljut itu benar-benar gemetaran, "T-tidak! J-jangan mendekat!" Ia berusaha beranjak, tapi punggungnya yang membentur tembok langsung mengkhianatinya. 

Lelaki bertato itu makin mendekat. Ia menyeringai lagi, sebelum mengulurkan tangannya yang membentuk cakar ke arah pemuda malang itu, "Kau ingin tahu kau ada dimana? Kuberi tahu kau. Ini di neraka!"

Selanjutnya yang terdengar hanyalah jeritan serak yang panjang, melengking dan menyayat hati, seandainya ada seseorang yang benar-benar bisa mendengarnya...
***


Halo Readers, karena naskah ini sudah kuikutkan di Gramedia Writing Project 2, naskahnya terpaksa kupotong di sini. Untuk membaca lanjutannya, langsung ke sini aja ya:

OTA-KATA (The Way of Otaku) Chisai Suizokan ni, Chisaii Sakana no Kokoro)
Previous
Next Post »
Thanks for your comment

Google+ Followers