Living in Solitary

Meww...kapan wisuda ya???
Belakangan ini jarang keluar rumah kecuali ke kampus buat ngurus skripsi. Sepi rasanya. Yang lain pada lulus semua (yah masih ada beberapa teman seangkatan yang masih tersisa sih, tapi nggak seberapa). Jujur iri rasanya lihat foto-foto wisuda yang dipajang di wall-wall FB temen.Malah temen-temen seangkatan dulu banyak yang udah nikah (ada juga yang punya anak). Rasanya pingin ngejerit, "Maaak Neko ditinggal kawin!!! (Halah)

Entahlah sejak Neko sakit (sori, ga bisa nyeritain detailnya di sini) semester pendek lalu, aku jadi cenderung menarik diri. Awal-awal sih masih bisa beberapa kali keluar main ama temen, tapi berikutnya rasanya berdosa gitu kalau main-main di saat mepet begini. Seperti biasa kalau lagi sendirian gini bayangan-bayangan horror menghantui. Gimana kalau begini, gimana kalau begitu (kok jadi kaya lirik lagu pembukanya Doraemon yah???). Kalau udah BT akhirnya baca komik-komiknya Akaishi Michiyo, nonton dorama. Niat hati menghibur hati sejenak (sejenak katanya. Nyatanya???). Akhirnya malah keterusan, dan BT lagi. Belakangan juga nggak terlalu selera makan. Dikasih bandeng pun udah ga napsu (kucing macam apa gue???) Kalau nggak inget nasehat Mami Neko kalau nasi yang nggak diabisin bisa nangis, Neko mungkin udah sering buang-buang makanan. Naudzubillah....banyak yang kelaparan di luar, pamali dah buang-buang makanan begitu aja.

Yang Neko rasakan saat ini hanyalah ketika Neko bisa fokus di depan komputer buat nulis postingan kaya gini, nulis skenario, atau nulis skripsi (pilihan terakhir mah ini hahaha), kegelisahan Neko bisa terobati. Tapi kalau udah lepas dari layar, bengong dah nggak ngerjain apa-apa. Paling tidur. Hmmmph...nggak enak pola hidup kaya gini.

Neko sempat liat video-video di youtube tentang aksi para pemuda muslim yang tergabung dalam suatu organisasi. Subhanallah...pengin... Apa yah sumbangan Neko buat Islam selama ini? Akhir-akhir ini cerpen juga modelnya gloomy atau dark-psychology melulu. Nggak ada Islam-islamnya. Hafuuuuh... Kakak kelas sempat sih nawarin buat ngajarin nulis di anak-anak asuhnya, tapi Neko berkelit ala Matrix. Alasannya sampai sudah Neko ulang-ulang dari dulu: konsen skripsi, Mas.

Dasar! Nggak lulus-lulus sih!

Tapi selain itu entah sejak memulai hidup soliter ini ada semacam kecemasan yang menyerbu di hati. Kecemasan yang sering terbawa hingga tidur, alam mimpi, bahkan sampai waktu bangun. Bisa nggak ya berhadapan lagi dengan lingkungan baru. Sendirian? Uhhh... Saat ini saja Neko terkesan "membuang" lingkungan lama yang sudah Neko gauli (yah bahasanya kok gitu). Pas ketemu teman-teman lama juga jadi kaku gitu. Padahal, pas Neko lagi lighten up dulu, Neko selalu pingin bisa melakukan semuanya sendiri. Kemana-mana sendiri. Ikut acara ini-itu. Aktif banget pokoknya. Hiks... Mungkin ini namanya titik jenuh.

Nggak ada yang bisa menduga seperti apa hidup ini berikutnya. Sesuatu entah apa jelas sedang menunggu di masa depan. Pertanyaannya, dengan jalan apa Neko bisa menarik keluar diri yang sekarang ini dan berlari menuju masa depan?

Sound track Neko saat ini mungkin lagu ini: Solitary Shell dari Dream Theater. Neko dengerin terakhir kali pas SMP. Neko saat itu cuma tahu kalau Solitary itu artinya sendirian, dan Shell itu artinya kerang. Berarti kerang kesepian dong? PLAK! Well...yah artinya cangkang kesendirian. Dari judul udah dark-mellow gitu, tapi nada lagunya sendiri ceria banget. Makanya Neko suka.

Sekarang setelah level English Neko udah meningkat, baru Neko cermatin liriknya. Ternyata kelam banget! Pakai ada delusi, katatonik, kegilaan yang sunyi, khayalan semu...huah! Kontras sekali! Lebih kontras dari lagu "Bad Day" sekalipun Jadi mulai mikir-mikir lagi buat ngedengerin nih lagu pas suntuk. Hmm...

He seemed no different from the rest
Just a healthy normal boy
His mama always did her best
And he was daddy's pride and joy

He learned to walk and talk on time
But never cared much to be held
and steadily he would decline
Into his solitary shell

As a boy he was considered somewhat odd
Kept to himself most of the time
He would daydream in and out of his own world
but in every other way he was fine

He's a Monday morning lunatic
Disturbed from time to time
Lost within himself
In his solitary shell

A temporary catatonic
Madman on occasion
When will he break out
Of his solitary shell

He struggled to get through his day
He was helplessly behind
He poured himself onto the page
Writing for hours at a time

As a man he was a danger to himself
Fearful and sad most of the time
He was drifting in and out of sanity
But in every other way he was fine

He's a Monday morning lunatic
Disturbed from time to time
Lost within himself
In his solitary shell

A momentary maniac
With casual delusions
When will he be let out
Of his solitary shell
Previous
Next Post »

2 komentar

Click here for komentar
Rie Rie
admin
October 18, 2012 at 8:42 PM ×

jenuh sebentar ajalah jangan sampek jadi keterusan sendiri apalagi introvert, hehe...

Reply
avatar
October 19, 2012 at 4:48 AM ×

Hehehe... terimakasih Mbak Rie Rie. Yah semoga setelah ini bisa going out lagi dengan happy-nya =D

Reply
avatar
Thanks for your comment

Google+ Followers