Doakan Agar Gambar Neko Lebih Islami, Yah! (part 2)

Passing of Identity

Dengan was-was, Neko merasa tanpa sengaja dalam hal ini alam bawah sadar Neko sedang mengarahkan Neko untuk menjalani "passing".

Sekitar dua minggu yang lalu, Neko membaca esai pembahasan film dan novel Ayat-Ayat Cinta di buku "Mau Dibawa Kemana Sinema Kita", yg ditulis oleh Ekky Imanjaya dkk

Gambar dari: kutukutubuku.com Recommended banget terutama buat yang mau belajar bikin analisis film. 

Sub topik pembahasan AAC yang paling menarik adalah tentang apakah tokoh Maria dalam karya itu melakukan passing dalam konsep identitas. Passing itu...hmm... sejauh yang Neko pahami adalah kecenderungan untuk menyesuaikan diri untuk serupa dengan lingkungan di sekitarnya agar diterima dan tidak terkucilkan. Proses adaptasi diri? Memang, tapi konsepnya lebih rumit daripada itu.

Dalam esai itu, "kata "passing" dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan sebagai "penyamaran". Misalnya she passes to be someone else, dia berhasil menyamar menjadi seseorang. Tapi terjemahan harafiahnya mungkin agak kasar, jadi istilah ini dibiarkan dalam bahasa aslinya. Sang Esais sendiri harus membaca berlembar-lembar journal ilmiah untuk bisa menjabarkan konsep passing dalam esainya. Neko cuma bisa menebak-nebak maksudnya dari contoh kasus yang diberikan:

Istilah ini dulunya dipakai saat rasialisme masih sangat marak di USA. Para keturunan Amerika kulit putih-dan kulit hitam (blasteran kali ya), memilih untuk mengidentifikasikan dirinya sebagai kulit putih agar tidak didiskriminasi. Mereka meninggalkan fakta bahwa ada gen dan darah kulit hitam mengalir dalam tubuh mereka. Namun, jika hal ini sampai terbongkar, efek yang terjadi pada para passer ini justru akan lebih buruk lagi. Dia akan lebih dikucilkan, bahkan oleh kedua belah pihak. 

Kalau kasus yang sering terjadi di Indonesia, mungkin orang-orang yang melakukan "passing" agar bisa diterima muslim mayoritas. Selebritis yang berlomba-lomba membalut dirinya dengan atribut islami menjelang Ramadhan dan HANYA saat Ramadhan. Orang-orang yang convert ke agama lain hanya untuk alasan menikah tanpa benar-benar ingin mendalami agama barunya. Para terdakwa yang memakai baju koko, peci, atau jilbab saat menghadiri proses pengadilan untuk menarik simpati muslim mayoritas. Kemudian lebih populernya lagi adalah sebutan bagi golongan yang disebut "ISLAM KTP".


Jadi, istilah "passing" agaknya cenderung berkonotasi negatif.

Ada cuplikan dongeng yang pertama kali Neko tahu dari FLAME OF RECCA. Agak lupa-lupa ingat sih, tapi insyaallah garis besarnya kayak gini:

Alkisah suatu ketika karena suatu sebab para mamalia darat bertikai dengan bangsa burung. 
Perang pun terjadi. 
Kelelawar bingung karena dia termasuk mamalia, tapi dia juga bisa terbang seperti burung. 
Maka dia berkata kepada mamalia darat, "Aku termasuk kelompok kalian."
tapi dia kemudian berkata kepada kelompok burung, "Aku pun juga bagian dari kalian."
Pada akhirnya, kedua belah pihak sama-sama membenci kelelawar karena dianggap tidak punya pendirian.
Kelelawar ketakutan karena kini memiliki dua musuh.
Sebagai hukuman "alam" atas perbuatannya, 
agar tidak diserang oleh mamalia darat maupun burung
kelelawar terpaksa tinggal di goa-goa dan hanya keluar di malam hari  

selamanya...
Dongeng yang menyesakkan tentang para oportunis...


Esai itu menyimpulkan bahwa Maria tidak melakukan passing, walaupun dia tidak pernah shalat, dan baru melakukannya menjelang kematiannya. Maria memang tulus ketika menyatakan ketertarikannya pada Al-Qur'an hingga hafal Surat Maryam. Dan ini diperkuat dengan kata-kata tokoh Aisyah bahwa "Maria lebih islami bahkan dari gadis-gadis muslim Mesir", "Ada seorang muslimah di dalam diri Maria."


For God's sake... Apakah Neko menggambar tokoh-tokoh berjilbab karena "passing" ini? For more than 20 years I always believe that I'm born this way. I'm born as a Muslim, till my time comes. And now... I...who has such belief, whether consciously or unconsciously, am having a pass of identity just because I want to be accepted as a Muslim by Muslims?

ARGH...

Pemikiran yang menyelinap tiba-tiba ini bikin Neko jadi nggak nafsu menyelesaikan fan art Kotori Monou dari CLAMP's X/1999, padahal tadinya udah semangat 2013...

Neko bahkan kehilangan nafsu makan dan keinginan untuk tidur saat ini.

Lord, berapa lama waktu yang kubutuhkan untuk bisa mencintaiMu dengan selayaknya sebagai seorang hamba?   

Kepalaku terus terpelintir ke samping kanan, kiri, dan ke belakang.
Dan kini rasanya aku sudah mengikatkan rantai di sekujur jiwaku.


Kalau kalian secara kebetulan membaca postingan, tolong, tolong, dan tolong, doakan agar gambar Neko lebih Islami, yah. 

NO

Doakan agar Neko bisa lebih Islami yah...



Please... Neko pernah dengar kalau doa 40 orang setara dengan doa seorang wali. Entah apa memang ada sanad shahih atau hasan tentang hal ini.

Tapi please... 

Doakan yah?


Sudut Hati, Juni 2013

to be kontinyu sampai nyut-nyutan

NEXT POST
Previous
Next Post »
Thanks for your comment

Google+ Followers